Senin, 29 Juli 2013

Mengingat Persahabatn Yang Indah

    Pagi ini, aku mulai dengan sedikit musik yang bersemangat. Dan tiba-tiba ada satu lagu lama yang mengingatkanku pada sahabat-sahabat masa lalu yang masih eksis dalam benakku sampai sekarang. Lalu aku membuka lagi kardus-kardus usang yang menyimpan file-file tentang mereka. Mungkin tidak semua sahabat baikku saat ini masih sama baiknya dengan yang dulu. Karena sudah pasti akan banyak kesalahpahaman dan berbagai lembaran buruk di antara yang baik. Tapi... tampaknya aku harus melupakan semua cerita buruk atau menyobek lembaran buruk yang baru-baru ini membuat aku kehilangan rasa terhadap beberapa sahabatku. Tidak seharusnya aku memelihara perasaan seperti itu, selain menyiksaku, itu juga akan membuat silaturahim jadi terganggu.
    Aku membaca kembali nasehat seorang kakak yang dikirim padaku belasan tahun silam, kira-kira aku masih duduk di bangku SMK. Dia adalah sosok yang benar-benar menjaga hubungan baik denganku. Menasehati dan selalu memaklumiku. Sayangnya surat itu tidak ada tanggalnya. Mungkin, dia sendiri tidak ingat pernah menasehatiku sedemikian rupa dan kemungkinan aku mengirimnya surat curhatan yang lebih panjang.

Bismillahirrohmaanirrohiim...
To my faithfully friend or it's better my best friend. Pikirkan dulu sebelum memutuskan sesuatu, jangan terlalu terpancang pada rasa amarah. "Dengan kesabaran, daun murbei dapar diubah menjadi kain sutra." Saat hatimu merasa dilecehkan, merasa eksistensimu tidak dianggap, tidak dihargai, i understand you are very angry. Tapi jangan sampai kemarahan menguasai kehidupanmu, masa depanmu atau bahkan persahabatanmu dengan teman-temanmu. Karena selain cinta... hal yang paling berharga di dalam kehidupan ini adalah PERSAHABATAN. Maka usahakanlah kita tidak kehilangan dua-duanya. Karena jika kita kehilangan salah satu, seperti berpijak pada satu kaki.
Berpikirlah positif tentang segala hal, yakinlah everything will be alright. Segala masalah yan kau hadapi jangan sampai mempengaruhi prestasi belajarmu. Aku tahu semua masalah yang kamu hadapi membebani pikiranmu. But you must remember to Allah. Allah never give us problem that out of our skill. I think enough, semoga bermanfaat. Alhamdulillahirobbil'alamiin...

(from Shifu- sekitar tahun 2000-2002)

Mengesankan bukan?
Dan pada akhirnya surat ini yang kembali mengingatkanku untuk selalu berpikir ulang, mengendalikan emosi dan menjaga persahabatan dengan siapapun. Untuk yang kesekian kalinya, aku harus mengucapkan terima kasih pada kakakku itu. Seseorang yang selalu bisa membuka pikiran dan perasaanku. walaupun mungkin kita tidak bisa mengingat semuanya di masa lalu, namun hal ini cukup untuk membuatku kembali, menjadi seorang sahabat yang baik bagi semua sahabatku baik dulu maupun sekarang.

Mells.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar