Senin, 03 September 2012

Jejaring Sosial Ajang Promosi & Transaksi

'Penulis perlu juga ilmu berdagang.'

        Berdagang memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Membayangkan kata dagang bagi saya sungguh sesuatu yang amat menakutkan sebelumnya. Jika ingin menjual sesuatu biasanya sudah keduluan beberapa sindrom merugikan ini :
1. Takut kalau dagangannya nggak laku karena tidak bisa ber-iklan yang menarik.
2. Takut rugi -soal kepercayaan dan hitung menghitung uang.
3. Takut komplain - tidak siap mental menerima berbagai komplain.
4. Modal yang pas-pasan.
      Ketakutan itu yang cenderung menghalangi kita untuk mencoba berniaga. Namun tidak semua orang mempunyai kendala yang sama, kendati demikian ke empat hal itu cukup menghambat kemajuan usaha. Belajar dari berbagai macam kegagalan, intinya hanya 'tidak takut untuk mencoba.' Karena semua usaha pasti punya resiko. Jika kita tidak berani mencobanya, kapan mau maju?
Salah satu cara berniaga yang mudah dan cepat adalah dengan memanfaatkan jejaring sosial. Banyak sekali jejaring sosial yang digunakan banyak orang untuk berniaga. Baik sekmen kecil maupun besar, seperti jual beli online di Facebook, Twitter, Blog dan banyak lagi di Internet bahkan sampai diiklankan di TV. Kita hanya tinggal pandai-pandai memanfaatkannya. Tidak sekedar having fun dengan teman tapi juga menghasilkan kemajuan yang lebih dari sebelumnya.
        Lalu mengapa penulis perlu belajar berdagang? jawabnya pasti semua sudah jelas. Karena penulis juga berperan menjual buku-buku karyanya. Jika tugas penulis hanya menulis dan menunggu hasil penjualan dari penerbit, hal itu sangatlah tidak cukup. Sebagai penulis yang sudah melahirkan karya, tentu saja penting sekali untuk mempromosikan buku masing-masing agar banyak pembaca yang tertarik dan membeli buku kita. Selain membantu karya kita terjual lebih banyak, hal ini juga membantu memperkenalkan karya kepada publik yang terkadang tidak cukup mendapatkan informasi atau iklan dari penerbit yang bersangkutan. Sehingga masih banyak publik yang tidak mengenal karya kita.      
       Di sisi lain, penulis juga bisa mengambil keuntungan dari proses jual beli karyanya. Tidak bisa dipungkiri dan tidak perlu naif tapi patut bersyukur. Mengenai honor yang terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan satu bulan, karena semua royalty dan honor adalah wewenang penerbit untuk menentukan berapa besar yang akan kita terima dari penjualan naskah. Maka penulis bisa menambah uang saku dari hasil penjualan bukunya. Baik secara online maupun langsung. Tentu saja semua ada kelebihan dan kekurangannya. Apabila kita punya toko buku sendiri, otomatis tidak perlu susah mencari tempat, tapi hal itu berat bagi penulis yang tidak punya tempat untuk jual beli. Salah satu cara yang mudah adalah dengan Jual beli Online.
        Meski ada kemungkinan resiko ditipu pada saat menjual Online, namun ada solusi terbaik. Setelah mempelajari beberapa toko buku Online dan banyak online shop lain, kita hanya tinggal mengatur cara pembayarannya saja. Istilahnya biasa kita dengan 'ada uang-ada barang'.  Jika pembeli telah mentransfer dan terbukti uang masuk, maka barang baru dikirim. Hal itu untuk menghindari penipuan dalam pembayaran, sehingga penulis tidak mengalami banyak kerugian. Sebaliknya apabila uang dari pembeli telah diterima, hendaknya penulis yang notabene juga penjual harus segera mengirimkan buku dengan segera sesuai perjanjian. Dan perlu diingat bahwa resi pengiriman barang harus kita simpan baik-baik sampai barang yang kita kirim benar-benar sampai kepada pembeli. Jika terjadi masalah kita bisa mengklaim pada jasa pengiriman yang bersangkutan untuk diproses dengan baik.
       Nah hanya itu kiranya yang harus dipersiapkan demi lancarnya usaha kita sebagai penulis yang juga ingin menjual buku-buku kita untuk umum. Jika tidak mampu mempersiapkan tempat dan modal yang besar, kita bisa menggunakan media Online sebagai ajang promosi dan transaksi. Modal tidak perlu besar, kita tinggal membeli buku dari penerbit sesuai pesanan saja, tidak perlu menyetok jika tidak yakin seandainya buku kita akan terjual semua. Perlahan tapi pasti, dengan sering menampilkan gambar cover buku, resensi atau interaksi dengan publik, buku kita akan dikenal orang dan membuat orang lain penasaran untuk membacanya. Dan perlu diingat bahwa penulis yang menjual buku-bukunya mempunyai satu kelebihan dibanding toko buku. Terkadang membeli dari penulisnya merupakan sesuatu yang istimewa, karena pembeli bisa sekaligus me-request  tanda tangan atau kata-kata mutiara penyemangat.
* ^_^ maaf alay.

Tidak percaya?
Saya buktinya :) *iklan, selama ini saya tidak bisa berdagang dan belum pernah berdagang. Tapi seiring terbitnya novel saya yang pertama dengan judul Xie Xie Ni De Ai, saya sering menampilkan foto covernya dan juga informasi harga serta resensi sederhananya melalui facebook, twitter dan Blog. Dan dari situ, orang-orang mengenal nama saya dan novel saya, dengan seringnya wira-wiri di facebook, cover novel saya berhasil membuat teman-teman Fb saya penasaran dan memesan novel saya. Alhamdulillah saya berhasil menjual lebih dari 150 eksemplar novel saya. Meski hanya sekitar ratusan, hal itu sudah sangat hebat, secara saya bukan orang yang pandai berdagang. Dan sedikit banyak saya pun ikut berperan dalam penjualan novel saya hingga best seller hingga mengalami cetak ulang.
So, buktikan dengan karya kawan-kawan semua. Penulis itu tidak boleh pesimis dan harus mempunyai pemikiran yang lebih maju. Tidak Stuck dan mudah berpuas diri.

Selamat mencoba kawan!

Kartasura, awal September 2012.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar